Kab. Mojokerto (MTsN 2) – Sebanyak 320 siswa kelas 7A hingga 7J MTsN 2 Mojokerto melaksanakan kegiatan outing class edukatif pada Rabu, 15/4/2026. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana belajar di luar kelas untuk memperluas wawasan sejarah, mempertebal nilai religius, sekaligus memberikan penyegaran melalui wisata alam.

Pagi menyapa dengan antusias tinggi saat seluruh peserta berkumpul di halaman madrasah. Kepala MTsN 2 Mojokerto, Misbakhul Arifin, hadir secara langsung untuk melepas keberangkatan rombongan. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menjaga adab dan disiplin selama di perjalanan maupun di lokasi kunjungan. Ia berpesan agar para siswa tidak hanya sekadar bermain, tetapi benar-benar menyerap ilmu dari setiap destinasi yang dikunjungi. Kepada panitia, Ia menginstruksikan pengawasan ekstra demi memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh siswa.

Destinasi pertama adalah Museum Mpu Tantular di Sidoarjo. Di lokasi bersejarah ini, para siswa diajak menelusuri jejak peradaban masa lalu melalui berbagai koleksi artefak kuno, numismatik, hingga peninggalan purbakala. Kunjungan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya nusantara serta meningkatkan literasi sejarah bagi generasi muda.

Setelah puas mengeksplorasi museum, perjalanan dilanjutkan ke lokasi wisata religi. Di sini, para siswa melaksanakan ibadah bersama sekaligus merenungkan nilai-nilai spiritual. Kegiatan ini menjadi momentum bagi siswa untuk mempererat ukhuwah islamiyah di luar lingkungan sekolah.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, rombongan menuju Lembah Pandawa. Suasana alam yang asri dan sejuk memberikan kesempatan bagi siswa untuk melepas penat setelah mengikuti rutinitas akademik. Di tempat ini, interaksi antarsiswa dari kelas 7A hingga 7J terlihat semakin akrab, menciptakan kenangan yang berkesan bagi masa transisi mereka di jenjang menengah.

Kegiatan outing class ini berjalan dengan tertib dan lancar. Dengan berakhirnya perjalanan ini, diharapkan para siswa kembali ke madrasah dengan semangat baru dan pengetahuan yang lebih luas tentang kekayaan sejarah serta pentingnya menjaga keseimbangan antara intelektualitas dan spiritualitas. (S/Enik)