Bertempat di Pendopo Graha Maja Tama Pemerintah Kabupaten Mojokerto pada Jumat, 30 September 2022, dilaksanakan Sidang Terpadu Isbat Nikah yang diinisiasi oleh Pengadilan Agama Mojokerto, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab. Mojokerto, Kantor Kementeria Agama Kabupaten Mojokerto dengan difasilitasi oleh Bagian Kesra Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Sidang terpadu isbat nikah merupakan layanan administrasi kependudukan bagi pasangan suami istri yang telah melangsungkan pernikahan secara sirri dan hendak mencatatkan pernikahannya secara resmi sesuai hukum negara yang berlaku. Ada 12 pasang peserta yang mengajukan permohonan sidang terpadu isbat nikah, yakni pasangan:

  1. Probo Handoko-Umi Kulsum
  2. Yulis Triyono-Indah Kurniati
  3. Anang-Tina Amilia
  4. Nur Kholis-Henyk Arlina
  5. Pardi-Jumakiyah
  6. Mistono-Rustitik
  7. Heri Subianto-Lucky Permatasari
  8. Samaji-Rubik Astutik
  9. Kusnadi-Indrati
  10. Mat Sudianto-Sri Trahayu
  11. Bostra Avianta-Desy Firmina
  12. Misenu-Mamik Budiarti

Sidang terpadu isbat nikah dimulai dengan pembukaan dan penjelasan alur layanan sidang terpadu kepada seluruh pemohon sidang isbat beserta para saksi dan wali nikah serta seluruh tamu undangan yang hadir. Kemudian hakim PA Mojokerto memanggil pemohon sidang terpadu beserta wali dan saksi untuk proses penetapan amar putusan sidang. Amar penetapan dibuat berdasarkan keterangan peserta yang dikuatkan oleh sedikitnya 2 (dua) orang saksi yang mengetahui pelaksanaan akad nikah peserta sidang yang akan dicatatkan. Data pernikahan yang diperlukan meliputi: identitas calon suami dan calon istri, tanggal dan tempat akad nikah, status pemohon saat menikah, wali nikah, saksi nikah, dan mas kawin.
Berdasarkan hasil sidang, hakim menetapkan amar putusan sidang yakni; pengabulan permohonan dari para pemohon, penetapan keabsahan pernikahan pemohon, perintah untuk mencatatkan pernikahan kepada Kepala KUA Kecamatan domilisi calon istri, dan membebankan biaya perkara kepada Negara melalui DIPA Pengadilan Agama Mojokerto Tahun Anggaran 2022.
Berdasarkan amar putusan sidang terpadu yang ditandatangani Panitera, Kepala KUA Kecamatan selaku Pegawai Pencatat Nikah (PPN) mencatatkan peristiwa nikah pemohon pada Akta Nikah dan menerbitkan Kutipan Akta Nikah (Buku Pernikahan) untuk masing-masing pemohon. Berdasarkan Kutipan Akta Nikah, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil menerbitkan Katu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) masing-masing pemohon dan mencabut KK dan KTP lama milik pemohon.

Sambutan Ketua PA Mojokerto

  • Terima kasih kepada Bupati Mojokerto yang telah memfasilitasi Sidang Terpadu Isbat Nikah. Sidang Terpadu merupakan upaya untuk memberikan dokumen administrasi negara bagi pemohon yang kurang mampu untuk mengesahkan pernikahannya. Sehingga anak-anak yang dilahirkan dari pernikahan yang belum tercatat dapat mempunyai hak untuk mendapatkan dokumen kependudukan yang berupa Akte Kelahiran.
  • Titipan dari Pengadilan Agama Mojokerto, yakni sidang untuk penetapan anak angkat sehingga mempunyai hak-hak sebagai warga negara yang dilindungi oleh hukum. Selain itu juga pembagian harta waris agar tidak terjadi potensi konflik antar anggota keluarga. PA Mojokerto juga melayani penetapan ahli waris yang bersifat final dan dapat digunakan sebagai pedoman hukum bagi instansi atau pihak lain.
    Sambutan Bupati Mojokerto:
    Pasangan pengantin yang telah diresmikan melalui sidang diharapkan agar ada dokumen yang digunakan sebagai dasar penerbitan dokumen kependudukan lain, sehingga tidak ada permasalahan yang timbul akibat nikah yang tidak dicatatkan.
    Biaya perkara dianggarkan oleh DIPA Pengadilan Agama, manakala anggaran di DIPA tidak mencukupi, Pemerintah Kabupaten Mojokerto siap untuk membiayai perkara dalam sidang Isbat nikah.
    Mohon pengantin yang baru diresmikan tidak akan mengajukan proses perceraian meskipun cerai dibolehkan oleh Agama. Semoga pasangan pengantin yang telah diresmikan akan dapat menjadi pasangan langgeng, kekal bahagia di dunia dan akhirat.
    Harapan Bupati setelah 12 pasang ini akan ada pasangan lain yang akan meresmikan akad nikah sehingga dapat memberikan hak-hak anak dan mengurangi permasalahan di kemudian hari.
    Acara diakhiri dengan pemberian selamat kepada 12 pasang pengantin yang baru diresmikan pada sidang terpadu isbat nikah disertai dengan pemberian tali asih oleh Bupati dan Kepala OPD Kab Mojokerto.

Leave a Comment