Kab. Mojokerto, (KUA Puri) Rabu, 10 Agustus 2022 dalam rangka melihat lebih dekat kegiatan keagamaan Kec. Puri keluarga besar KUA Puri mengadakan kunjungan kerja ke desa Brayung.
Kegiatan yang dilaksanakan di pendopo balai desa itu diikuti tokoh Agama, Tokoh Masyarat serta kepala Desa dan perangkatnya, termasuk juga muddin yang menangani kematian maupun manten.

Pada kesempatan tersebut Dr. Muhaimin, M.M Kepala KUA menyampaikan tujuan kehadirannya di desa tersebut adalah untuk menjalin silaturahmi lebih erat, serta melihat lebih dekat kegiatan keagamaan di desa Brayung dan dinamikanya.
Pejabat yang menyelesaikan pendidikan doktornya di UIN Sunan Ampel Surabaya itu menyampaikan pesan agar masyarakat desa Brayung dapat menjalankan agamanya secara moderat, penuh toleransi baik terhadap sesama agama yang berbeda aliran maupun antar pemeluk agama. Karena sesuai penjelasan Kepala Desa, masyarakat Desa Brayung sudah mulai heterogen dengan berdirinya komplek perumahan-perumahan baru yang mengundang banyak penduduk baru dari luar daerah. Otomatis mereka juga membawa agama dan keyakinan yang mungkin berbeda.

Sementara dalam sambutannya Kades Brayung menyambut baik atas program yang telah dilaksanakan KUA Puri dan siap bekerjasama demi kebaikan masyarakat desa Brayung , beliau juga menyatakan bahwa masyarakat Brayung dalam kondisi kondusif, meskipun saat ini banyak pendatang dengan berbagai latar belakang dengan didirikan empat perumahan yang berada di lingkungan desa Brayung.

Acara dilanjutkan dengan diskusi santai dan konsultasi pernikahan beda agama dan juga pemulasaraan Jenazah.
Hadir dari keluarga besar KUA Puri , Penghulu dan Penyuluh Agama Islam funsional dan Non PNS. Zumrotul Uzlifah penyuluh Agama Islam Fungsional kec. Puri berharap ajang diskusi ini menjadi bagian dari identifikasi potensi wilayah binaan untuk mengetahui kebutuhan kepenyuluhan dan sekaligus pendataan keagamaan .
Diskusi yang tidak kalah hangatnya ketika disampaikan pernikahan beda agama yang diminta dilaksanakan di KUA. Dalam tanggapannya penghulu Puri Rebut Sugianto menyatakan jika Calon penganten beda agama jika menghendaki menjadi Mu’allaf sebaiknya membuat pernyataan Ikrar bahwa ia benar – benar menghendaki masuk Islam tanpa ada unsur pemaksaan dan siap menjalankan ajaran agama yang telah diyakininya. Disampaikan pula bahwa aturan baru bahwa pernikahan bagi laki – laki yang bercerai ada masa tunggu selama 3 bulan sejak dikeluarkan surat cerai dari pengadilan agama. (humas)

Leave a Comment