


Kab. Mojokerto (MTsN 2) – Memperingati Hari Raya Idul Adha, MTsN 2 Mojokerto menggelar kegiatan penyembelihan hewan kurban berupa satu ekor sapi. Kegiatan yang berlangsung khidmat di lingkungan madrasah ini, menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial kepada seluruh warga sekolah, pada Kamis (28/5).
Uniknya, ibadah kurban satu ekor sapi tahun ini di atas namakan tujuh siswa kelas IX yang berprestasi dan tergolong anak yatim. Langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan dari pihak madrasah atas dedikasi belajar mereka, sekaligus memberikan kebahagiaan di hari raya. Prosesi penyembelihan hewan kurban dipimpin langsung oleh Ustadz Abid Dluhawy, yang memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan syariat Islam.
Dalam sambutannya, Kepala MTsN 2 Mojokerto, Misbakhul Arifin, menyampaikan beberapa pesan penting. Beliau menekankan bahwa ibadah kurban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sarana untuk mengikis sifat egois dan memupuk rasa empati terhadap sesama. Ia berharap agar kegiatan ini dapat memotivasi seluruh siswa untuk terus mengukir prestasi tanpa menjadikan keterbatasan sebagai penghalang.
“Kurban Sapi di MTsN 2 Mojokerto di atas namakan tujuh nama siswa yaitu: Kayla Nafisatun Nisa, Hanifah Akhsani Amila, Najwa Mutiara Yasmine Al Adlimi, Quenna Adelia, Cinta Aula Ramadhani, Najwa Kella Putri Maldini, Al Farisy Hilal Djauharry. Semoga nama-nama tersebut menjadi anak yang sholihah dan hajatnya dikabulkan oleh Alloh SWT”, harapan Misbakhul Arifin selaku kepala madrasah.
Daging kurban yang telah dipotong dan dikemas dengan rapi kemudian didistribusikan secara tepat sasaran kepada beberapa kelompok, antara lain: Masyarakat kurang mampu sebanyak 150 paket daging diberikan kepada warga di sekitar lingkungan madrasah. Internal madrasah sebanyak 84 paket dibagikan kepada guru, pegawai, serta petugas kantin sebagai bentuk kebersamaan. Dan tim pelaksana sebanyak 35 paket diserahkan kepada panitia dan anggota OSIM yang telah bekerja keras menyukseskan acara.
Melalui kegiatan ini, MTsN 2 Mojokerto tidak hanya mengajarkan teori keagamaan di dalam kelas, tetapi juga mempraktikkan langsung indahnya berbagi. Acara berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh dengan nuansa gotong royong yang kental. (S.Mustaqim)