Tahun 2025 Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto sudah menorehkan banyak prestasi yang berbasis Asta Protas. Mulai dari Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan, Ekoteologi, Layanan Keagamaan Berdampak, hingga Digitalisasi Tata Kelola.
“Hal tersebut patut disyukuri. Tapi kita tidak boleh silau. Tahun 2026 kita harus memperkuat Asta Protas, dengan program program yang lebih menukik dan berdampak langsung pada masyarakat,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto, Muttakin, pada saat pembukaan Rapat Kerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto tahun 2026, Kamis, 29 Januari 2026, di Royal Hotel Trawas.
Rapat Kerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto tahun 2026 dihadiri unsur unsur penting. Antara lain semua Kepala Satker berikut waka madrasah, kepala tata usaha, dan bendera. Dari unsur pengawas hadir, pokjawas dan korwas. Ada juga perwakilan APRI dan IPARI. Dalam kesempatan ini pula dilaksanakan Serah Terima Jabatan 8 Kepala KUA dan Penandatanganan Perjanjian Kinerja serta Rapat Kerja Penyelenggara Zakat Wakaf.
Dua tahun banyak dinamika anggaran dalam Kementerian Agama. Lebih lanjut Muttakin mengatakan bahwa efisiensi dan pengurangan anggaran menjadi ritual baru dalam membaca DIPA setiap tahun. Anggaran Kemenag dipangkas hingga 50 persen. Meski demikian, rapot kinerja Kemenag masih berada dalam 5 besar terbaik diantara kementerian/lembaga yang lain.
“Mungkin karena Kemenag punya slogan ikhlas beramal. Dikasih anggaran banyak alhamdllh, dikasih anggaran kecil, juga alhamdllh,” ujarnya lebih lanjut.
Minimnya anggaran bukan alasan untuk membuat inovasi program. Sajaroh Cinta adalah contoh program yang tanpa anggaran yang ternyata happy ending. Buktinya, Sajaroh Cinta mendapat apresiasi juara 1 lomba poster Asta Protas Kanwil Kemenag Jawa Timur. Sampai saat ini kurang lebih ada 1600 pohon yang ditanam calon pengantin.
Satker harus mengambil program ekoteologi dalam Asta Protas. Sampai saat ini madrasah masih kategori coklat, belum ada yang masuk kategori hijau. “Oleh karena itu, saya minta tahun 2026 harus ada Madrasah Adiwiyata,” tegas Muttakin yang disambut siap oleh para kepala madrasah.
Salah satu layanan keagamaan yang langsung berdampak pada masyarakat adalah kinerja penyuluh. Untuk itu, penyuluh harus membuat program yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dalam rapat kerja ini para kasi dan satker menyampaikan program unggulan masing masing dan dilanjutkan dengan sidang komisi tata laksana, layanan keagamaan dan layanan pendidikan dan sidang pleno yang menghasilkan rekomendasi-rekomendasi. (hsk)