
Mojokerto, 12/1/2026. Di hadapan ratusan ASN Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur, Ahkmad Sruji Bahtiar mengajak kepada seluruh ASN Kemenag khususnya dan tamu undangan yang hadir untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik di tahun 2026. Dengan cara selalu melakukan refleksi diri, evaluasi, instropeksi dan muhasabah terhadap hasil kinerja di tahun 2025. Hal ini disampaikan dalam rangka kegiatan Tasyakuran Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kemenag sekaligus Pembinaan ASN oleh Kakanwil Kemenag Jawa Timur.
Tasyakuran yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna pada Senin, 12 Januari 2026 ini menghadirkan Kepala Kantor Kemenag Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar. Kehadiran Kakanwil disambut dengan hangat oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Mojokerto, Muttakin didampingi Kasubag TU, Mukti Ali dan seluruh Kasi dan Penyelenggara. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri seluruh Kepala Satker, Kepala KUA, Pengawas, Penyuluh Agama, Pengurus FKDT, dan seluruh ASN kantor Induk serta tamu undangan.
Sekitar 400 tamu undangan memadati ruang gedung serbaguna untuk ikut memeriahkan dan berdoa bersama tasyakuran peringatan HAB Kemenag ke-80 dengan penuh khidmat. Dalam sambutannya, Kakankemenag Kab. Mojokerto menyampaikan, Pertama, mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran Bapak Akhmad Sruji Bahtiar selaku Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur. Kedua, Kakankemenag menyampaikan perihal telah disetujuinya Hibah tanah Kantor Kemenag Kab, Mojokerto oleh Bupati Mojokerto, Gus Muhammad Al Barra.
Di kesempatan lanjut, Kakanwil Kemenag Jatim dalam sambutannya menyampaikan bahwa Hari Ulang Tahun Kemenag itu unik, karena bukan disebut sebagai HUT, tapi dengan sebutan Hari Amal Bakti. Kenapa demikian, ”Karena kehadiran Kementerian Agama adalah untuk beramal dan berbakti untuk negara dan bangsa,”. tuturnya. Menurut Akhmad Srjui Bahtiar, amal berarti bekerja atau beribadah. Bakti maknanya pengabdian. Oleh karena itu, momen HAB seperti saat ini harus diisi dengan bekerja dan pengabdian, seperti bakti sosial dan yang lainnya.
Selanjutnya, Akhamd Sruji Bahtiar menyitir hadits Nabi terkait golongan orang yang celaka, rugi, dan beruntung. ” Tahun 2025 sudah dilalui. AYo kita songsong Tahun 2026 dengan harus menjadi lebih baik. Itulah orang yang beruntung. Kalau masih sama, berarti termasuk orang yang merugi. Dan jika lebih buruk, maka akan menjadi orang yang celaka.” Lebih lanjut, berbagai motivasi dan pesan positif disampaikan oleh beliau saat memberikan pembinaan kurang lebih satu jam. Salah satunya adalah bahwa semua yang kita capai adalah atas kehendak dan anugerah Allah SWT, bukan semata-mata hasil dari ilmu dan amal kita. Dengan harapan, setelah adanya pembinaan ini, semua ASN ynag hadir akan semakin maksimal dalam bekerja dan selalu diawali dengan niat karena Allah.
Di sela-sela kegiatan, juga dilaksanakan penyerahan sertipikat wakaf kepada lima Nadzri Masjid dan Musholla dan juga pemberian Reward atau apresiasi kepada Guru PAI yang berprestasi. (hm)