


Mojokerto, 4 Juli 2025.
Dalam rangka meningkatkan kompetensi Penyuluh Agama Islam di Kabupaten Mojokerto, Seksi Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto bekerja sama dengan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) yang diketuai Sirojuddin Cholili, MH.I menggelar Kelas Falak Hisab Rukyat Dasar Tahun 2025. Program pelatihan ini dirancang dalam empat kali pertemuan yang dilaksanakan setiap hari Jumat ba’da Dhuhur selama bulan Juli 2025, bertempat di Aula Lantai Dasar Masjid Darussalam (Madasa), Gemekan, Sooko, Mojokerto.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto, Muttakin, M.Ag, didampingi oleh Kasubbag TU Mukti Ali, S.Ag., MM serta Kasi Bimas Islam Muhibuddin, M.Ag. Dalam sambutannya, Muttakin menyampaikan harapannya agar kegiatan ini melahirkan kader-kader ahli falak di lingkungan Penyuluh Agama Islam Mojokerto yang mumpuni dalam ilmu hisab dan rukyat.
Sebagai narasumber utama adalah Samsul Ma’arif, S.H., M.H, mantan Ketua Lembaga Falakiyah PCNU Kabupaten Mojokerto periode 2008–2024, yang dikenal luas sebagai praktisi sekaligus pengajar ilmu falak yang berpengalaman. Pelatihan ini diikuti oleh seluruh penyuluh agama Islam Kabupaten Mojokerto berjumlah 44 orang, Menariknya, dalam pembukaan kegiatan juga hadir tiga penyuluh non-Muslim dari KUA Mojosari, Pungging, dan Jetis. Kehadiran mereka menjadi simbol kuatnya semangat moderasi beragama yang terus dijaga dan dirawat di Kabupaten Mojokerto. Nilai-nilai kebersamaan, kerukunan, dan saling menghargai tampak nyata dalam interaksi para peserta.
Materi dasar falakiyah yang meliputi pengenalan kalender Qomariyah, prinsip hisab awal bulan, dan dasar-dasar rukyat hilal disampaikan dengan metode yang aplikatif dan mudah dipahami. Para peserta tampak antusias dan aktif dalam sesi diskusi maupun praktik simulasi.Dengan terlaksananya Kelas Falak ini, diharapkan penyuluh agama Islam di Kabupaten Mojokerto tidak hanya andal dalam dakwah dan bimbingan rohani, tetapi juga kompeten dalam bidang ilmu falak, yang sangat penting terutama dalam penentuan awal bulan Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah.”Semoga dari pelatihan ini lahir kader-kader falakiyah yang siap menjadi rujukan umat dan memperkuat literasi keislaman berbasis ilmu dan data,” ujar Samsul Ma’arif mengakhiri sesi pertamanya.Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, namun merupakan langkah strategis dalam penguatan SDM keagamaan berbasis keilmuan, sekaligus mempererat kebersamaan dalam keberagaman. Penyuluh Agama Islam Kabupaten Mojokerto, semakin berjaya!
#KementerianSemuaAgama #BimasIslamKabMojokerto #PD_IPARIKABMOJOKERTO #Moderasiberagama