{"id":15895,"date":"2026-03-18T12:00:40","date_gmt":"2026-03-18T12:00:40","guid":{"rendered":"https:\/\/kemenagmojokerto.id\/?p=15895"},"modified":"2026-03-20T15:30:35","modified_gmt":"2026-03-20T15:30:35","slug":"sampaikan-selamat-hari-suci-nyepi-menag-satu-bumi-satu-keluarga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kemenagmojokerto.id\/index.php\/2026\/03\/18\/sampaikan-selamat-hari-suci-nyepi-menag-satu-bumi-satu-keluarga\/","title":{"rendered":"Sampaikan Selamat Hari Suci Nyepi, Menag: Satu Bumi, Satu Keluarga"},"content":{"rendered":"\n<div id=\"section-g-8hzw7aa\" class=\"wp-block-gutentor-e6 section-g-8hzw7aa gutentor-element gutentor-element-image\"><div class=\"gutentor-element-image-box\"><div class=\"gutentor-image-thumb\"><img decoding=\"async\" class=\"normal-image\" src=\"https:\/\/kemenagmojokerto.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/menag1.jpeg\" \/><\/div><\/div><\/div>\n\n\n\n<p>Siaran Pers<br>Kementerian Agama<\/p>\n\n\n\n<p><em>Sampaikan Selamat Hari Suci Nyepi, Menag: Satu Bumi, Satu Keluarga<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 sebagai momentum memperkuat persaudaraan dan merawat harmoni di tengah keberagaman.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAtas nama Pemerintah Republik Indonesia maupun pribadi, saya menyampaikan Selamat Hari Suci Nyepi dan Tahun Baru Saka 1948,\u201d ujar Menag Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa (17\/3\/2026).<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Menag, perayaan Nyepi tahun ini terasa istimewa karena berlangsung dalam suasana bulan suci Ramadan serta berdekatan dengan Idulfitri 1447 H. Ia menilai, pertemuan dua momentum keagamaan tersebut menjadi simbol kuat nilai kebersamaan lintas iman.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIni bukan sekadar kebetulan, melainkan pengingat bahwa kita berada dalam satu semangat Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menag menjelaskan, tema tersebut menegaskan bahwa perbedaan bukanlah sekat, melainkan kekuatan untuk mempererat persaudaraan sebagai bangsa. Nilai itu, kata dia, juga tercermin dalam ajaran Catur Brata Penyepian yang dijalankan umat Hindu saat Nyepi.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui Amati Geni, umat diajak memadamkan api dalam diri seperti amarah dan egoisme. Sementara Amati Karya menjadi ruang untuk berhenti sejenak dari aktivitas fisik dan melakukan introspeksi.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian, Amati Lelungan mengajarkan untuk tidak bepergian, memberi kesempatan bagi alam untuk beristirahat dan memulihkan keseimbangan. Adapun Amati Lelanguan mendorong umat melepaskan hiburan duniawi demi menemukan kejernihan batin.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDengan menjalankan Nyepi, umat Hindu sesungguhnya sedang memberikan jeda kepada alam semesta. Jika kita memuliakan alam, maka alam pun akan memuliakan harkat kemanusiaan kita,\u201d ujar Menag.<\/p>\n\n\n\n<p>Menag optimistis, semangat Vasudhaiva Kutumbakam akan terus mendorong umat Hindu berperan aktif dalam menjaga kerukunan dan memperkuat kohesi sosial di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSemoga Ida Sanghyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan kedamaian, kesehatan, dan kesejahteraan bagi kita semua,\u201d tandasnya.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Biro Humas dan Komunikasi Publik<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siaran PersKementerian Agama Sampaikan Selamat Hari Suci Nyepi, Menag: Satu Bumi, Satu Keluarga Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 sebagai momentum memperkuat persaudaraan dan merawat harmoni di tengah keberagaman. \u201cAtas nama Pemerintah Republik Indonesia maupun pribadi, saya menyampaikan Selamat Hari Suci Nyepi dan Tahun Baru&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":25,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-15895","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"gutentor_comment":0,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kemenagmojokerto.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15895","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kemenagmojokerto.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kemenagmojokerto.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kemenagmojokerto.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/25"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kemenagmojokerto.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15895"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kemenagmojokerto.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15895\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15897,"href":"https:\/\/kemenagmojokerto.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15895\/revisions\/15897"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kemenagmojokerto.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15895"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kemenagmojokerto.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15895"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kemenagmojokerto.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15895"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}